beritaup2date.com

Bupati Kutim Hadiri Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang, Berikut Jadwal dan Materinya

Bupati Kutai Timur saat mengikuti retret khusus di Akademi Militer. (foto. Hardiansyah/pro.kutaitimurkab)

BERITAUP2DATE.COM, Bupati Kutai Timur (Kutim), H Ardiansyah Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah lainnya, mengikuti sebuah retret khusus yang diselenggarakan mulai tanggal 21 hingga 28 Februari 2025, di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. 

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah dan kebijakan nasional.

Retret ini menghadirkan sejumlah pemateri yang berasal dari berbagai sektor, yang akan memberikan wawasan strategis kepada kepala daerah. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menegaskan bahwa ada lima fokus utama dalam pelatihan ini, yakni:

Baca juga:
NOAH Rilis single “Suara Dalam Kepala” Suguhkan Pop dan Hip Hop Bareng RAMENGVRL

1. Pemahaman Tugas Pokok Kepala Daerah
Mengingat tidak semua kepala daerah memiliki latar belakang dalam politik atau pemerintahan, sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran dan tanggung jawab mereka.

2. Pemahaman Astacita
Kepala daerah akan mendapatkan wawasan mengenai visi pemerintahan Prabowo-Gibran dan bagaimana menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda nasional.

3. Penguatan Hubungan Antar Kepala Daerah
Retret ini juga menjadi kesempatan untuk membangun jaringan, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan kerjasama antar wilayah.

Baca juga:
Pengenalan Sejarah Bangsa, Kemhan RI Buka Lorong Sejarah untuk Masyarakat

4. Pengelolaan Keuangan Daerah
Para kepala daerah akan diberikan pemahaman mendalam terkait tata kelola anggaran yang transparan dan efisien untuk mengoptimalkan penggunaan dana.

5. Ketahanan Nasional dan Wawasan Kebangsaan
Sesi ini bertujuan untuk memperkuat komitmen kepala daerah dalam menjaga stabilitas nasional dan menumbuhkan semangat nasionalisme dalam kebijakan daerah.

Menurut Bima Arya, retret ini dikhususkan untuk kepala daerah, sementara wakil kepala daerah baru akan bergabung pada hari terakhir, 28 Februari 2025. Keputusan ini diambil guna efisiensi anggaran dan mempertimbangkan kapasitas fasilitas di Akmil Magelang.

Baca juga:
Tanggapi Isu Pagar Laut Batal Dicabut, Menteri Nusron Tegaskan Berita Itu Hoaks

Retret ini dijadwalkan dengan agenda padat mulai dari pagi hingga malam. Setiap hari diawali dengan olahraga dan apel pagi, kemudian dilanjutkan dengan sesi pembekalan dari pukul 07.30 WIB hingga 21.00 WIB.

Dilansir dari laman kutaitimurkab berikut adalah rincian kegiatan harian yang dijadwalkan selama retret:

  • Hari 1 (21 Februari 2025): Pembekalan mengenai tugas pokok kepala daerah, perencanaan strategis, dan pengelolaan keuangan daerah oleh Dirjen Kemendagri.
  • Hari 2 (22 Februari 2025): Pemaparan mengenai delapan visi pemerintahan Prabowo-Gibran dan cara mengimplementasikannya di tingkat daerah oleh 42 menteri terkait.
  • Hari 3 (23 Februari 2025): Diskusi mengenai isu strategis seperti ketahanan pangan, pengelolaan irigasi, pendidikan, kesehatan, dan kependudukan.
  • Hari 4 (24 Februari 2025): Pembahasan tentang pengelolaan anggaran daerah dan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
  • Hari 5 (25 Februari 2025): Materi mengenai ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan, dengan penekanan pada peran kepala daerah dalam menjaga persatuan bangsa.
  • Hari 6 (26 Februari 2025): Simulasi dan studi kasus terkait berbagai tantangan pemerintahan di daerah untuk menguji kesiapan kepala daerah.
  • Hari 7 (27 Februari 2025): Evaluasi dan diskusi terbuka antara kepala daerah dengan para pemateri dan perwakilan pemerintah pusat.
  • Hari 8 (28 Februari 2025): Kehadiran wakil kepala daerah pada sesi penutupan, dilanjutkan dengan rangkuman kegiatan retret dan pernyataan penutup dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Retret ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala daerah, memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, serta memastikan kebijakan daerah dapat mendukung visi nasional.

Dengan pembekalan ini, para kepala daerah diharapkan mampu menghadapi tantangan pemerintahan secara lebih strategis dan efektif, untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah mereka masing-masing.


×