BERITAUP2DATE.COM, Hari Raya Waisak, atau dikenal juga sebagai Vesak, merupakan perayaan suci yang paling penting bagi umat Buddha di seluruh dunia.
Dirayakan setiap tahun pada bulan purnama di bulan Waisak (biasanya jatuh antara Mei hingga Juni), Waisak memperingati tiga peristiwa besar dalam kehidupan Siddhartha Gautama, sang Buddha.
Tiga peristiwa tersebut adalah:
- Kelahiran Pangeran Siddhartha di Lumbini.
- Pencerahan (Bodhi) ketika Siddhartha menjadi Buddha di Bodh Gaya.
- Parinibbana (wafatnya) Sang Buddha di Kusinara.
Ketiga peristiwa agung itu, menurut keyakinan umat Buddha, terjadi pada hari yang sama dalam tahun yang berbeda, menjadikan Hari Waisak sebagai momentum penuh makna spiritual.
Baca juga:
Gubernur Jabar Sampaikan Duka atas Tragedi Ledakan Amunisi di Garut
Perayaan Waisak sudah ada sejak zaman pemerintahan Kaisar Ashoka di India pada abad ke-3 SM. Ashoka, yang memeluk agama Buddha setelah perang berdarah di Kalinga, menjadi tokoh penting dalam penyebaran agama Buddha ke Asia Tenggara, Asia Timur, dan wilayah lainnya. Ia mengutus para biksu ke berbagai negara dan turut mempopulerkan perayaan Waisak sebagai bentuk penghormatan kepada sang Buddha.
Di Indonesia, perayaan Waisak memiliki makna tersendiri. Dengan sejarah panjang pengaruh Buddha sejak abad ke-5 Masehi, khususnya pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, Waisak tetap hidup dalam tradisi keagamaan. Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, menjadi pusat perayaan Waisak nasional. Ribuan umat Buddha berkumpul setiap tahun untuk mengikuti prosesi dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, sebagai simbol perjalanan spiritual menuju pencerahan.
Selain sebagai penghormatan terhadap sang Buddha, Waisak juga menjadi momentum refleksi bagi umat manusia untuk memperkuat nilai-nilai kedamaian, cinta kasih, dan ketenangan batin. Tema Waisak setiap tahunnya sering kali menyoroti isu-isu kemanusiaan, lingkungan, dan kehidupan modern.
Baca juga:
Keunggulan Hilux Rangga Pick Up untuk Para Pengusaha
Di era digital saat ini, Waisak juga mulai dirayakan secara daring di berbagai belahan dunia, memungkinkan umat Buddha dari berbagai negara untuk terhubung dan berbagi dalam perayaan spiritual ini.
Waisak bukan sekadar hari besar keagamaan, namun juga menjadi pengingat akan pentingnya hidup yang penuh welas asih, pengendalian diri, dan pencerahan batin.
Dengan menghargai sejarah dan makna Waisak, masyarakat lintas agama dan budaya dapat mengambil inspirasi dari ajaran sang Buddha untuk membangun dunia yang lebih damai dan harmonis.
Baca juga:
Pemkot Bandung Dukung Penguatan Kompetensi Guru di Bidang Teknologi Digital & AI











